Sabtu, 07 Mei 2011

Bercinta Sebabkan Stroke..??

Maaph yach akhir2 nich saya jarang update karna kesibukan di waktu offline tapi jangan khawatir komentar sobat tidak sia2 khan dapet backlink gratizz  hehee..  OK lach langsung saja kita akan membahas tentang STROKE, Peneliti memperingatkan serangan stroke bisa terjadi tiba-tiba pada setiap orang di usia tua, dewasa hingga remaja. Kini penyakit yang menyerang jaringan otak ini menempati urutan tiga sebagai penyakit yang paling mematikan.

Sabtu, 30 April 2011

Mari belajar berkebun..


BINGUNG mencari celah berlibur di akhir pekan yang cukup panjang tanpa harus terjebak macet atau menjadi boros? Coba berkebun saja, yuk. Tempat wisata yang bisa dikategorikan agrowisata ini banyak berlokasi di seputar Jakarta dan Bogor. Yang pasti, berkebun kali ini juga tak harus berkotor-kotor.

Kamis, 28 April 2011

Best Friend Award

Kayaknya ini musim award yach koch berlimpah award yang mengarah ke blog ini #lebay.com heheheee.. ough iyach jadi lupa saya berterima kasih banget ama sobat anwar358 ato Khairil Anwar #kayak pelukis terkenal itu yach.. selaku pemilik admin blog Sekedar Catatan Biasa karna telah membuang award pada tempat yang benar n ini dia

Selasa, 26 April 2011

My Opera

He..he..he... Judulnya aneh yach, maksud dari judul di atas aku itu udah melengket ama browser opera ibarat "lem yang tak khan pernah lepas" begitu pun aku tak khan pernah lepas dari opera, selamanya. awal mula aku tau browser opera ini dari k'indra. dulu waktu laptop kuw blom punya modem aku sering maen warnet di k'indra, tiap hari aku absen di AIMHANnet<warnetnya k'indra> tuch maen pesbut. aku liat

Minggu, 24 April 2011

Mengenal fungsi tombol2 keyboard

Aii sobat2 pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang fungsi tombol2 yang ada di keyboard, sering kali kita bermaen komputer tapi tidak mengenal fungsi tombol2 yang ada di dalamnya, yang baru saya tau fungsi tombol keyboard yaitu F11 untuk mebuat pull skriin pada browser, F5 untuk menrepres, Ctrl + A untuk memblok semua, Ctrl + C untuk mencopy, yach itu lach yang saya tau, selengkapnya liat aja di

Jumat, 22 April 2011

Langsung 2 award lagi "Blogger Choice Award & One Lovely Blog Award"






Sebelumnya saya ucap khan banyak terima kasih ama mass Wage  karna telah memberi award ini secara cuma2 waktu kemaren2nya aja saya dapet 2 award sekarang dapat 2 award lagi  hehee.. OK tanpa nanazbazie baza bazie lagi langsung aja saya membuang award ini kepada sobat..

Kamis, 21 April 2011

Hari ayah

Hari Ayah adalah hari untuk menghormati ayah. Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ayah atau Father’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni, dan dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12. Biasanya Hari Ayah dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan. Hari Ayah diadakan untuk melengkapi Hari Ibu, hari untuk menghormati ibu. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Laki-laki Internasional atau International Men's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 19 November.

Di Indonesia sendiri Hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November, meskipun perayaannya tidak begitu populer seperti Hari Ibu.


Source ;  WIKIPEDIA

Selasa, 19 April 2011

becak jatuh di sawah

Sepulang aku dari maen bola noval(adek kuw) curhat ke aku kalo dia naek becak truz jatuh di sawah..

ceritanya ghini..

waktu maulid ato bahasa makassarnya maudu’, noval dan nawir(temen kuw) pergi ke mesjid kaccia(deket tempat mengajar bapak kuw) untuk memperebut khan telur tapi jarak dari rumahnya tempat start noval dan nawir jauh bangetz, nawir punya ide khan kakaknya nawir punya becakdia pake aja becaknya kakaknya(tanpa izin)untuk pergi ke mesjid. dalam perjalanan noval cerita ama nawir tetang becak kakaknya. sesampainya mereka di mesjid noval dan nawir langsung berebutan telur bersama warga kaccia. untungnya ga’ ada yang terinjak injak karna berebut telur. usai berebut telur nawir dan noval pun pulang naek becak(punya kakaknya nawir). dalam perjalanan mereka mencerita khan masalah telur yang akan di bagi rata..

Noval ; Woiii..
nawir, telur kita nich ada 7. biar adil saya yang bagi yach, saya 4 telur kau 3 telur..

nawir ; apanya yang adil..
saya tuch yang haruznya 4 kau 3 khan saya yang genjot becaknya..

noval ; tapi khan saya yang paling banyak merebut telurnya..

nawir ;Kalo ga’ ada becek, kita tak khan dapet telur jadi saya yang seharuznya banyak..

noval ; ato begini..
bagai mana kalo saya yang mengendarai becak butut mhu tapi Telur yang satunya buat saya yach, gi mana mao ga’..??

nawir ; Hmmmnn..(matanya keatas sambil berfikir)

setuju, lagi pula udah capek genjot becak..

noval ; OKB(oke kalo begitu)

nawir pun berhenti untuk bertukar posisi, nawir yang duduk depan sedang khan noval tukang becaknya. noval pun mengendarai becak bututnya nawir, dalam perjalanan mereka cerita..

Nawir ; kamu pernah naek becak val..??

noval ; blom..

baru kali ini..

nawir ; hati hati kalo bawa becaknya, di samping kiri dan kanan ada sawahnya orang..

noval ; iyach..
tenang aja, beres dech kalo noval yang bawa..(belagu)

sambil asyiek cerita noval mengenjot becaknya dengan kecepatan tinggi, noval pun kehilangan kendali dan berkata “Lho lho koch becaknya jalan sendiri” dan hasilnya Taaraaaa.. langsung terjun bebas sawah becaknya pun terbalik, nawir pun melompat sebelum jatuh ke sawahtapi ajaibnya noval tidak apa apa padahal becaknya menimpah noval, nawir pun ketawa meliat noval jatuh di sawah Ehh… noval juga ketawa( mungkin kesambet arwahnya mbah surip, haa..haa..haaa...). yang mengheran khan koch nawir tidak marah malah ketawa padahal becaknya itu punya kakaknya. kebetulan ada pemuda 2 orang dan langsung membantu noval dan becak bututnya nawir keluar dari sawah. usai di bantu ama pemuda itu, mereka(noval dan nawir) berterima kasih. kemudian nawir pun yang meggenjot becaknya lalu noval duduk didepan, nawir bertanya ama noval..

Nawir ; gimana..
wuenak naek becak rossi..

noval ; enak koch(muka trauma)

nawir ; makanya jangan sotoy kalo bawa becak..
tanya donk ama ahlinya(maksudnya nawir)

noval ; iyach..iyach..(lesu)

nawir ; Huahahahaa..
sesampainya noval di rumah aku liat celananya basah truz aku tanya..

aku ; kenapa celana mhu basah..??

noval ; naek becak truz jatuh di sawah..

aku ; ough ghitu tho(menutup mulut sambil menahan ketawa)

gimana ceritanya..??

noval ; ntar aku cerita khan kalo udah ganti celana kuw(masih trauma)..

Sebenarnya sich postingan ini udah aku buat di WP tapi kalo mao sharing cerita ga' yach apa2 lach 

Minggu, 17 April 2011

Blog ini dofollow


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu..

Sebelumnya saya minta maaph karna waktu kemaren saya tidak membalas comment2 sobat yang nancep di sini tapi ntar aku balaz koch  hehee..  Ough iyach.. saya telah nyatakan secara resmi kalo blog ini DoFollow, kenapa saya nyatakan blog ini DoFollow coz bulan september saya udah masuk pelayaran dan dari pada sobat berkomentar di blog ini tidak mendapatkan apa mending aku kasih backlink secara cuma2  hehee.. ga' apa dech saya ga' dapat PR yang penting khan sobat2 dapat backlink gratis di blog ini secara cuma2 jadi jangan bosen2 yach mampir disini dan berikomentar, jika tidak percaya kalo blog ini DoFollow silahkan sobat liat caranya di sini tapi ingat kalo tulisan yang warna pink itu bukan link yach, udah dulu yach capek nich hehee..

Wasalamm..

Kamis, 14 April 2011

SMS Sambil Berkendara ‘Trend Baru’ di Negara Kita..


 Fenomena mengendarai motor sambil ber SMS atau ber SMS sambil mengendari motor sudah mulai terlihat gejalanya dalam 3 tahun terakhir. Awalnya kita hanya melihat beberapa pengendara saja yang punya “kelebihan” hebat ini, namun akhir-akhir ini semakin banyak pengemudi kendaraan (Motor dan Mobil) yang bisa atau “mahir” ber sms sambil mengendarai kendarannya. Sepertinya gaya ini sedang menjadi trend baru diari kota hingga desa di negara ini.

Mengapa disebut mahir dan punya kelebihan luar biasa seperti itu? Karena mereka punya kelebihan mengkoordinasikan beberapa perintah sekaligus, misalnya saja mereka menyatukan perintah mengemudi dengan tidak menabrak sesuatu, mereka mampu mengetik dengan memilih angka dan huruf yang terdapat dalam tombol hape dan mengetiknya satu persatu. Lalu kelebihan lainnya adalah mata mereka jelalatan melihat ke jalan dan ke hape nya, tidak lupa tangan yang satu mampu mengatur jalannya kendaraan sesuai keinginannya. Hebat bukan..??

Makanya karena begitu hebatnya, keahlian ini semakin hari semakin digandrungi. Saat ini -setiap hari- sering ditemukan kehebatan para ‘jagoan‘ kita di jalan raya maupun di gang atau kompleks perumahan baik di kota sampai ke desa-desa. Mungkin di dunia ini mereka para jagoan inilah yang hanya mampu mengendarai kendaraannya dengan cara unik dan hebat seperti ini. Mungkin juga di dunia ini merekalah yang paling sibuk di dunia sehingga TIDAK SEMPAT lagi mencari tempat yang tepat dan aman untuk berhenti karena beritanya teramat penting untuk disampaikan sekarang juga, tak boleh ditunda-tunda lagi.


Paparan di atas adalah sebuah perumpamaan berlawanan (Majas Antitesis) yang tentunya tidak perlu diberi penilaian positif. Tapi kondisi secara psikologis yang dirasakan oleh beberapa orang yang melakukan sms sambil mengendarai kendaraannya memang seperti itu. Bukinya? Baik, mari perhatikan pengalaman hasil penelitian penulis yang telah berkali-kali melihat korban lalin akibat ber SMS ria sambil mengendarai kendaraannya.
Yanti (nama samaran- red) adalah salah seorang Pegawai Swasta, usianya 23 tahun. Hari minggu itu dekat kompleks rumah saya di Bandung ia memang tidak lembur, jadi ia menggunakan waktunya ke BSM (Bandung Super Mall). Di siang itu dia menjawab sms temannya yang sudah duluan menunggu di sebuah restoran di BSM, maka ia mengendarai motornya melewati sebuah jalan yang ramai di daerah Pasar Kordon, pinggiran kota Bandung. Persis di tikungan tajam itu dia mengambil terlalu ke tengah, akibatnya motornya disenggol oleh sebuah kendaraan pribadi.

Yanti, hanya lecet-lecet di matakaki dan pergelangan tangannya, saya tanyakan mengapa peristiwa itu terjadi. Yanti mengatakan bahwa kurang konsentrasi dan hapenya hilang masuk ke parit di tepi jalan. Yanti mengatakan ia sambil ber SMS temanya, sebagaimana dalam penjelasan di atas. Yanti bisa diselamatkan tapi hapenya tidak jelas rimbanya lagi. Berapakah nilai kerugian yang diderita Yanti? Selain hapenya hilang, ia juga luka-luka, motornya rusak dan temannya yang menunggu di mall juga tidak kunjung bertemu dengan Yanti yang berparas lumayan bohay tersebut.

Adalagi peristiwa lainnya. Peristiwa ini terjadi di Pontanak. Hendrik (nama samaran -red) adalah seorang siswa SMA mengendarai motornya sambil ber SMS. Dengan pe-de nya ia menjalankan motornya. Mungkin ia sudah sering melakukan hal itu sehingga ia dapat mengetahui lubang mana yang ada dijalur yang ia lalui. Ketika mendahului sebuah motor ia terlalu tajam memotong motor tersebut, akibatnya motor di belakangnya terjatuh. Saat menoleh ke belakang dia malah menabrak mobil angkutan kota (angkot) yang sedang menurunkan penumpang di depannya.
Bisa ditebak, motornya ringsek, Hendrik terjatuh. Memang Hendrik tidak luka-luka, tapi apes, hapenya terlepas dari genggaman dan tergilas oleh motor yang lalu lalang di jalan yang sangat ramai di pagi hari menjelang masuk sekolah. Apa yang dilakukan Hendrik? Ternyata dia sedang ber SMS menanyakan PR kepada temannya apakah PR Matematikanya sudah dikerjakan mengingat jam 10 guru matematikanya akan masuk ke kelasnya. Tapi apa yang terjadi? Bukan saja PR nya tidak selesai, Hendrik malah terlambat masuk sekolah dan juga Hape nya hancur berkeping-keping karena terlindas kesana kemari oleh berbagai kendaraan yang menggilasnya.

Tentu masih banyak kisah “Hendrik dan Yanti” lainnya di seluruh tanah air yang tidak hanya memakan korban hapenya saja melainkan juga memakan korban luka berat bagi pengendara dan orang lain yang menggunakan jalan raya untuk kepentingan bersama.

Di antara korban pun sebetulnya telah mengetahui betapa bahayanya berkendara seperti itu, tapi peristiwa demi peristiwa tragis yang mereka lihat tidak mampu menjadi pelajaran kepada mereka bahwa hal yang sama itu tidak boleh dilakukan. Mereka malah melakukannya sehingga terjadilah juga peristiwa naas dan tragis itu menimpa pada mereka.

Fenomena menggunakan hape sedang mengendarai kendaraan bukan saja konsumsi pengendara motor, melainkan juga kerap dilakukan oleh pengemudi mobil. Akibatnya biasanya lebih mengerikan dan fatal, banyak kasus terjadi tertabraknya orang lain terjadi akibat pengendara mobil hilang konsentrasinya beberapa detik saja akibat bertelepon atau ber SMS ria sambil menjalankan kendaraannya.


Apa yang membuat pengendara kendaraan melakukan SMS atau Telepon sambil menjalankan kendaraannya, berikut ini dapat dilihat kalsifikasi pelaku”Heroik” tersebut dan penyebabnya dalam catatan sebagai berikut :
  1. Pelaku SMS dan Telepon sambil mengendarai motor pada umumnya adalah anak sekolah setara SMP hingga pekerja yang masih produktif.
  2. Latar belakang pengguna cara unik seperti itu adalah memiliki tingkat kepercayaan diri (pe-de amat) yang teramat tinggi atau over convidence.
  3. Di dalam berinteraksi dalam keluarga dan bersosialisasi dalam masyarakat mereka pada umumnya sulit menerima gagasan atau masukan bahkan nasihat orang lain. Mereka masuk katagori Egois.
  4. Pelaku pada umumnya tidak mengurusi hal-hal yang teramat urgent dan tidak produktif dalam penilaian secara umum. Misalnya contoh tadi: Yanti merasa sangat penting masalah bertemu di Mal dengan temannya, tapi bagi sebagian orang lain tidak terlalu penting dan lebih tidak penting lagi adalah memberi kabar dan posisinya pada saat yang tidak tepat.
  5. Banyak peristiwa naas terjadi karena pelaku menganggap enteng dengan kondisi lalulintas dan tidak perlu mengutamakan keselamatan orang lain, karena soal keselamatan itu justru menjadi tugas orang lain untuk menghindarinya yang sedang ber SMS.
  6. Pelaku tidak mau berhenti sejenak karena masalah waktu dan merasa komunikasinya dengan lawan komunikasinya sangat penting. Misalnya dengan pacarnya atau temannya, meskipun sebetulnya isi komunikasi itu tidak terlalu penting dan dapat ditahan beberapa saat lagi.
  7. Pelaku tidak pernah ada yang mengertik secara tegas bahwa perbuatannya itu selain tidak beretika juga membahayakan jiwa orang lain.
  8. Pelaku merasa menjadi orang yang paling sosial saat itu sehingga tidak tega mengecawakan lawan komunikasinya.
  9. Dll
Apa yang harus dilakukan menghadapi fenomena buruk dan jelek ini? Tak lain ada beberapa masukan sebagai berikut :
  • Pemerintah Daerah di manapun harus bekerjasama dengan Polisi Lalulintas mensosialisasikan etika berkendara yang baik dan benar, termasuk salah satunya TIDAK BOLEH BER SMS atau BERTELEPON jika sedang mengemudi. Kerjasama itu dalam bentuk kujungan Polantas ke sekolah-sekolah atau memberi seminar atau pencerahan dimana biayanya ditanggung oleh Polantas dan Pemda setempat.
  • Polisi lalullintas harus membuat aturan, jika ada yang ber SMS sambil mengemudi maka kepada yang bersangkutan SIM nya harus dicabut.
  • Apabila ditemukan Polisi sendiri melakukan hal tersebut (seperti dalam gambar profil tulisan ini) maka kepada yang bersangkutan harus ditindak keras dan tegas karena telah memberi contoh BUSUK kepada masyarakat. Tindakan itu kontra produktif dengan pencitraan positif Polisi yang tertib, disiplin dan melidungi ketertiban dan kenyamanan dalam masyarakat termasuk dalam hal berlalulintas.
  • Tanamkan disiplin berlalulintas dari Pendidikan Usia Dini hingga Mahasiswa. Kita kuatir di kalangan mahasiswa masih ada (sekali lagi masih ada) yang tidak mengenal rambu lalulintas dengan baik dan benar secara menyeluruh.

Masalah larangan bertelepon atau sms sambil mengemudi kendaraan memang sangat serius untuk diperbaiki dan dihilangkan seoptimal mungkin, karena sangat buruk dan tidak beretika serta membahayakan dirinya dan orang lain. Maka tidak heran, di beberapa negara menulis besar-besar di pinggir jalan rambu-rambu khusus tentang dilarang menggunakan telepon dan ber sms ketika sedang mengemudikan kendaraannya. Jika dilanggar maka hukumannya sangat berat.

Apakah kita terbiasa dengan cara yang sangat lamban dalam menanggapi sebuah masalah? Kita baru bereaksi serius setelah wabahnya sudah menyerang hingga ke akar rumput dan telah sulit dibasmi? Mengapa tidak membasmi saja ketika baru terlihat gejalanya ketimbang sudah mengakar rumput? Inikah yang disebut dengan kebiasaan menangani masalah secara lambat? Apakah harus menunggu 2-3 tahun lagi baru diadakan sosialisasi tersebut, ketika sudah banyak jatuh korban jiwa dan kerugian dan kehilangan nyawa orang-orang yang kita cintai di sekitar kita? Atau tunggu dulu sampai benar-benar berkarat dan mengakar menjadi sebuah budaya yang baru dan justru dianggap benar..?

Mari segera beraksi atasi dan perbaiki segera fenomena yang tidak baik ini..

 Cerita ini aku dapat khan dari Abanggeutanyo di Kompasiana

Selasa, 12 April 2011

Membayangkan Pencuri Bertobat


Pernahkah rumah Anda kebobolan maling dan kemudian Anda malu karena merasa tidak punya apa-apa yang layak untuk diambil maling itu? Kalau belum pernah, berarti Anda tak seperti Mullah Nasruddin Hoja, tokoh sufi legendaris yang terkenal lucu itu.

Suatu malam, ketika Mullah Nasruddin sedang sendirian di rumahnya, dari balik jendela ia melihat sesosok manusia yang mencurigakan hendak masuk rumahnya. Nasruddin tahu bahwa rumahnya itu bakal kemasukan sang tamu tak diundang itu. Jangankan bersiap-siap menghadapi sang maling, Nasruddin malah cepat-cepat bersembunyi di sebuah kotak.

Permasalahannya Nasruddin merasa malu, pasti nanti sang tamu tak diundang itu kecewa, tak menemukan satu benda berharga pun yang layak dicuri. Ketika maling itu mencari-cari sesuatu, memang tak menemukan apa-apa.

Kemudian maling itu mendekati kotak tempat Nasruddin bersembunyi. Begitu dibuka, kepala Nasruddin langsung nongol sedemikian rupa. Pencuri kaget, langsung kabur.

Dalam batas-batas tertentu saya pernah mengalami hal itu.

***
Beberapa hari yang lalu, sekitar habis maghrib, rumah saya kemasukan tamu tak diundang yang masuk menerobos melalui atap. Pencuri itu mengangkat genting dan masuk melalui plafon. Ia lihai dan leluasa sekali, karena di rumah sedang tidak ada orang.

Rumah saya lebih rendah ketimbang dua rumah yang mengimpitnya. Rumah saya itu sejak awal berdiri di perumahan pada 1980-an, sampai sekarang relatif belum pernah diutak-atik alias direkayasa ulang. Ia kelihatan konvensional ketimbang rumah-rumah sekitarnya yang sudah lebih modern bertingkat.

Karena lebih rendah dan mudahnya peluang orang naik ke genting, maka saya kira itulah yang membuat pencuri nekad masuk. Saya menduga, bukan kok, pertimbangannya saya kaya (kecuali kaya monyet hehe), tapi memang ada peluang. Seperti kata Francis Bacon, “opportunity makes a thief”.

Peluang, ya, itulah yang sering dikatakan para kriminolog. Orang yang tak jahat pun manakala melihat peluang untuk mencuri, maka bisa-bisa mencurilah ia. Apalagi kalau orang itu memiliki keahlian yang selaras. Mungkin benar Theodore Roosevelt ketika mengatakan, “a man who has never gone to school may steal from a freight car, but if he has a university education, he may steal the whole railroad”.

Ketika saya dan keluarga pulang, lemari sudah acak-acakan. Ya, tentu saja kalau yang dicari benda-benda berharga, tak adalah. Istri saya tidak terbiasa memakai perhiasan, atau aksesoris-aksesoris lain, bahkan jam tangan sekalipun. Demikianpun saya, aksesoris yang melekat dikulit saya cuma kacamata. Itupun fungsional. Bukan untuk gengsi.

Uang juga tidak ada, kecuali uang-uangan anak-anak, yang dikira uang asli. Ada beberapa mainan anak-anak yang diambil, dan karena mungkin tak menemukan apa-apa yang signifikan untuk diambil, pencuri segera kabur.

Rumah saya penuh buku, dan karena mungkin sang pencuri kurang intelek, maka sama sekali tidak memprioritaskan untuk mengambil buku-buku itu.

Untungnya (sudah kecurian kok untungnya), barang-barang yang diambil oleh sang tamu tak diundang itu, tak seberapa nilainya. Bukan soal nilainya yang membuat kami kaget, melainkan mengapa sampai kebobolan kedatangan pencuri dari jenis bangsa manusia di rumah saya.

BTW, dari pengalaman itu sistem pertahanan dan keamanan rumah saya, saya tingkatkan dengan antisipasi kecil-kecilan alias tambal sulam. Tidak dengan membongkar dan meninggikan rumah, karena biaya untuk itu tentu bakal tidak karuan.

Orang yang nekad mencuri itu, tampaknya memang sedang butuh uang. Mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya yang makin berat. Hidup yang memang menuntut mereka untuk kenyang perutnya. Seperti kata novelis Pearl S Buck, “hunger makes a thief of any man”.

Tapi mungkinkah ia demikian, sehingga seperti kata Cat Stevens alias Yusuf Islam, “a person who steals bread during a famine is not treated as a thief.” Bahwa yang mencuri roti ketika ia sedang kelaparan, tak layak diperlakukan sebagai pencuri?

***
Saya jadi ingat obrolan-obrolan banyak orang tentang pembalakan liar (illegal logging) dan pencurian ikan ilegal (illegal fishing) di negara kita, yang setidaknya mengkonfirmasikan bahwa Indonesia pun ibarat rumah yang masih begitu gampang dimasuki pencuri –baik pencuri dari luar atau pun dari dalam.

Bahkan sering ada cerita yang seram-seram bahwa baik pencuri dari luar atau pun dari dalam itu sudah bekerjasama secara rapi. Indonesia tentu negara kaya. Rumah kita itu, sesungguhnya sangat kaya. Kita punya lautan luas dengan berbagai jenis hasil tangkapan. Hutan tropis kita juga menggoda untuk dieksploitasi.

Seperti rumah saya, Indonesia kelihatannya masih demikian gampang dipetakan orang. Di era kecanggihan teknologi penginderaan jauh via satelit dewasa ini, bahkan kolam renang belakang di rumah Anda pun terlihat jelas dari atas.

Aneka jenis potensi tetambangan juga sudah terproyeksikan dengan jelas, dan semua pihak bisa mengakses via kecanggihan teknologi itu. Juga peta hutan kita, mana yang masih tumbuh lebat, mana pula yang sudah “profesor” alias pinggirnya kelihatan lebat, tengahnya botak.

Maka, segeralah muncul banyak pertanyaan orang biasa: bagaimana negara dapat menjamin kedaulatan wilayah negara kita di setiap jengkal tanah dan air pulau-pulau terdepan kita? Bagaimana aparat negara mampu menangkal pencurian kayu di hutan luas atau ikan di lautan lepas? Bagaimana menghadapi kejahatan-kejahatan transnasional?

Tentu saja sudah banyak tesis dan diskusi mengenai hal-hal semacam itu. Dan kita harus mengakui bahwa masih banyak keterbatasan. Wilayah negara kita tergolong superluas. Pencuri bisa masuk melalui banyak celah yang tak terjaga.

Kita malu kedatangan pencuri, tetapi bukan malu versi Nasruddin di atas. Kalau Nasruddin malu karena tak punya apa-apa yang bisa dicuri, kita malu karena saking kayanya kita, tetapi kemampuan untuk menjaga benda-benda berharga kita itu masih sangat terbatas.

Ada yang mengkritik atau melancarkan otokritik begini: kita ini miskin di negeri kaya, kita ini gelandangan di rumah sendiri, kita ini kaya dan tahu kalau kaya (secara potensial) tapi tidak tahu caranya menjadi kaya (secara nyata). Kita belum mampu membuat benda berharga yang kita pegang dapat bernilai tambah.

Dan karena faktor miskin mental, benda-benda seni yang tak ternilai pun dijual oleh penjaga museum (ingat tidak kasus penjualan patung sebuah museum di Surakarta oleh kepala museumnya sendiri beberapa tahun yang lalu?).

Mungkin “budaya Timur” membuat kita terlalu sopan dalam meladeni pencuri dengan mempersilakan sang pencuri memilih sendiri apa yang dimaui. Lantas kita antarkan sang pencuri untuk melakukan aktivitasnya dengan aman terkendali. Dan begitu sang pencuri mendapat sesuatu yang banyak dan puas, kita ikut bangga dan puas.

Juga barangkali kita tanpa sadar suka memperlempang jalan para koruptor. Bahkan, secara tak sadar pula seolah-olah mengatakan, silakan lho Pak, Bu koruptor silakan korupsi sebanyak-banyaknya, asal tak lupa sama saya. Jangan lupa teori trickle down effect-nya dipraktikkan! Jangan lupa sedekahnya!

Salah kaprah memang.

Padahal korupsi itu sendiri cermin dari tidak saja mentalitas orang yang culas, tetapi juga tindakan orang kalah, orang yang cepat menyerah, orang berpikir pendek dan superpragmatis. Mentalitas korupsi melebihi mental pencuri konvensional. Penjahat kerah putih (white-collar crime), lebih canggih ketimbang jambret di pinggir jalan.

Istilah penjahat kerah putih dipopulerkan oleh Edwin Sutherland (1939) sebagai “a crime committed by a person of respectability and high social status in the course of his occupation”. Cara mereka beroperasi tidak konvensional, lebih interpersonal, dan butuh keahlian tingkat tinggi. Bandingkan coba dengan istilah “maling ayam”, atau “maling sandal”, lebih keren mana?

Yang maling ayam atau maling sandal itu, karena terlalu fisikal, masuk ke kategori penjahat kerah biru, merujuk definisi berikut “blue-collar crime tends to be more obvious and thus attracts more active police attention (e.g. for crimes such as vandalism or shoplifting, where physical property is involved)”.

***
Dalam sebuah diskusi dengan Dr. Ikhsan Modjo di Warung Daun, Cikini beberapa waktu lalu, saya sebagai narasumber bidang politik sempat menimpali pertanyaan seorang peserta, yang kebetulan berlatar belakang pengusaha Warteg.

Ia meminta tanggapan soal perlunya kejujuran. Banyak yang tak jujur dengan menjarah harta negara, menjarah hak rakyat. Itulah yang menyebabkan Indonesia terhambat kemajuannya.

Saya mengatakan soal maling atau lebih canggih lagi koruptor sejak dulu ada. Seperti novelnya Sunaryo Basuki Ks, “Maling Republik”, bahkan pada zaman revolusi pun ada yang berprofesi maling. Walaupun, maling dalam novel itu kemudian tobat dan berjuang untuk Republik.

Dari situ setidaknya ada tiga hal menarik:

(1) malingnya itu sendiri ;
(2) proses pertobatannya ; dan 
(3) kaitannya dengan kepentingan nasional. Ada proses transformasi dari maling untuk perut sendiri           ke perjuangan untuk kepentingan nasional yang lebih luas.


Saya tidak mengajurkan agar ada banyak Robin Hood atau Berandal Lokajaya atau tokoh-tokoh dalam legenda pencuri yang berhati mulia, karena membagikan barang curiannya ke rakyat miskin. Kalau mau memberi sesuatu kepada rakyat yang miskin harus tidak dengan mencuri –betapapun sistemnya membuat peluang untuk mencuri sangat terbuka.

Kalau mau kasih ke orang, mending dari uang hasil kerja kita, keringat kita. Kerja secara benar dan wajar. Bukan kerja yang merendahkan harga diri atau sebaliknya terlalu percaya diri untuk berbuat tak senonoh dan tidak wajar.

Bagian yang menarik justru adalah kisah-kisah transformatif: pertobatan mantan pencuri yang kemudian berbalik menjadi sosok yang gemar berbuat maslahat, buat kepentingan masyarakat dan kemajuan bangsa. Mungkin ibaratnya sosok-sosoknya seperti kiai yang mantan pencuri, bukan pencuri yang mantan kiai. Wallahua’lam. (***)


Cerita ini saya ambil dari situs berita ANTARAnews

Senin, 11 April 2011

Sule Ternyata Pintar Menawar Barang


Komedian Entis Sutisna alias Sule rupanya tidak terima selalu diolok-olok memiliki hidung pesek oleh teman-temannya sesama pemain Opera Van Java atau OVJ.

Saat OVJ akan pentas di sentral parkir Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk membuktikan bahwa hidungnya tidak pesek. Ia membeli kacamata hitam di kawasan wisata Kuta.

"Saya ingin membuktikan kepada masyarakat Bali bahwa hidung saya tidak pesek. Buktinya, kacamata yang saya pakai tidak jatuh," kata pelawak kelahiran Cimahi, 15 November 1976 yang pernah menjadi penjual jagung rebus itu saat bertemu wartawan di Kuta.

Pelantun tembang "Susis" ini juga bercerita bahwa kacamata tersebut dibeli dengan harga Rp25 ribu. Dia bahkan menegaskan bahwa bukan Sule kalau setiap saat membeli barang kalau tidak menawar.

"Awalnya dikasih harga Rp30 ribu, kemudian saya tawar Rp15 ribu. Akhirnya kena Rp25 ribu," kata artis yang mulai terkenal setelah memenangi lomba Audisi Pelawak Indonesia (API) bersama grup lawaknya SOS ini.

Bersama pentolan OVJ lain, Parto, Aziz Gagap, Nunung, dan Andre Taulani, ia menjelaskan berbagai hal mengenai pentas OVJ, termasuk mengapa materi lawakannya tidak terlalu jauh menyinggung masalah politik.

"Kami semua ini penakut. Tapi, soal politik tetap ada sedikit-sedikit. Demikian juga perkembangan yang terjadi di masyarakat, seperti kasus Gayus atau Briptu Norman," katanya.(*)

Source ;  ANTARA

Minggu, 10 April 2011

Briptu Norman "Banjir" Rezeki


Bagai tertimpa durian runtuh, video lipsync Briptu Norman dengan lagu India "Chaiyya, Chaiyya" menjadi pintu untuk mendapatkan rezeki.

Bukan sanksi berat dari Polri, justru Norman mulai mendapatkan pundi-pundi rupiah dari sejumlah pihak yang mengundangnya. Lalu, bagaimana tanggapan Polri soal "komersialisasi" anggotanya itu?

Pihak Polri menyatakan tidak akan ikut campur soal bayaran yang diterima oleh anak muda asal Gorontalo itu. "Kapolri telah membuka lebar kesempatan bagi Norman untuk mengembangkan diri. Kalau soal honor, itu langsung ke Norman sendiri. Kalau diundang di TV, memang ada seperti dapat amplop atas jasa Norman. Itu wajar saja," ujar Kabag Penum Polri Kombes Boy Rafli Amar, Sabtu (9/4/2011).

Polri sadar bahwa penampilan Norman yang saat ini bak selebriti tak akan berlangsung untuk selamanya. Selama masyarakat ingin melihat bakat dan talenta yang dimiliki Norman, Polri akan mempertimbangkan dan mengakomodasinya.

Setidaknya lebih dari 10 undangan menjadi bintang tamu harus antre di tangan Norman. Bahkan, pengacara Farhat Abbas telah menjajaki pengambilan suara untuk single ciptaannya, "Cinta Farhat".

"Ini memang semacam keberkahan untuk Norman sendiri. Tentu kami dari Polri berusaha memberikan arahan kepadanya. Kami akan berupaya memfasilitasi, memediasi bagi para pihak yang mengundangnya," ucap Boy


Source ;  KOMPAS